Menaker: Perusahaan yang Memiliki PKB, Pekerjanya Bahagia

Gervin Nathaniel Purba    •    17 September 2019 14:26 WIB
Menaker: Perusahaan yang Memiliki PKB, Pekerjanya Bahagia
Suasana penandatanganan PKB periode 2019-2021, antara perusahaan dan serikat pekerja (SP) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan PT Toyota Astra Motor (TAM), yang disaksikan oleh Menaker M Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)

Jakarta: Perjanjian kerja bersama (PKB) bermanfaat dalam mengatur hubungan industrial di tempat kerja, juga menciptakan kenyamanan, kebahagiaan, dan kepuasan dalam bekerja.

Disebutkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, sebanyak 96 persen perusahaan yang memiliki PKB, pekerjanya bahagia dan puas.

"Perusahaan dan serikat pekerja yang berhasil membuat PKB, sebagian besar pekerjanya puas," kata Menaker Hanif, saat memberikan sambutan dalam penandatanganan PKB periode 2019-2021, antara perusahaan dan serikat pekerja (SP) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan PT Toyota Astra Motor (TAM), dikutip siaran pers, Selasa, 17 September 2019.

Rasa bahagia, nyaman, dan puas tersebut lahir karena adanya pengaturan yang jelas dalam PKB, baik menyangkut hak dan kewajiban antara pekerja dengan pengusaha, maupun pengaturan terkait penyelesaian perselisihan.

"Sehingga kenyamanan dalam bekerja, level of happiness mereka dalam bekerja juga meningkat. Ini karena diatur secara jelas dalam PKB di perusahaan,” kata Menaker Hanif.


(Menaker M Hanif Dhakiri. Foto: Dok. Kemenaker)

PKB juga berfungsi sebagai sarana atau alat hubungan industrial yang dapat dipegang ketika terjadi suatu perselisihan, karena PKB dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak, yaitu pengusaha dan serikat pekerja(SP) atau serikat buruh (SB).

Namun begitu, Menaker Hanif mengingatkan dialog sosial jangan hanya dijadikan sebagai media komunikasi saat terjadi perselisihan antar pihak saja.

"Dialog sosial harus terus dilakukan secara intens dengan berbagai media dan sarana komunikasi untuk memupuk hubungan industrial yang harmonis,” katanya.

Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan SP/SB PT TMMIN dan PT TAM yang berhasil mewujudkan PKB ke-19 sejak perusahaan tersebut berdiri di Indonesia, atau PKB ke-8 sejak adanya pemisahan peran bisnis antara PT TMMIN dan PT TAM.

Capaian positif ini diharapkan menjadi teladan bagi perusahaan-perusahaan lain untuk menjadikan PKB dan dialog sosial sebagai budaya di lingkungan kerja.

"Ini suatu hal yang patut diapresiasi. Ketika hubungan industrial selalu didahului dengan dialog bipartit, itu akan lebih cepat dalam mencapai kesepakatan PKB,” ujar Menaker Hanif.

Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, PT TMMIN dan PT TAM berkomitmen untuk selalu memupuk hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di lingkungan kerjanya.

"Kami selalu berkomitmen bahwa industrial relation itu seperti safety. Kita sudah bersama-sama komitmen, bahwa safety itu utama, maka hubungan industrial harmonis itu harus utama," ujar Warih.

Pihaknya juga komitmen untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pekerja PT TMMIN dan PT TAM, guna meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, Ketua Umum KSP LEM PT Toyota Astra Motor Dadang Sudarno menyatakan bahwa pembuatan PKB antara manajemen perusahaan dan SP/SB PT TMMIN dan PT TAM periode kali ini diawali dengan diskusi mengenai penerapan PKB periode sebelumnya. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan kondisi ketenagakerjaan pada masa depan.

Semua upaya tersebut bertujuan untuk mendapat kondisi riil perusahaan dan pekerja, guna mewujudkan mutual understanding.

"Kami yakin dengan konsep ini kita akan menemukan solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan kebahagiaan pekerja," kata Dadang Sudarno.
(ROS)

Baca Juga