Indonesia dan Singapura Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan

Gervin Nathaniel Purba    •    18 Juli 2019 12:04 WIB
Indonesia dan Singapura Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan
Kemenaker menghadiri The 7th Senior Officials Meeting (SOM) of the Indonesia-Singapore of Six Bilateral Economics Working Groups di Singapura (Foto:Dok.Kemenaker)

Singapura: Dalam memperkuat kerja sama dengan Singapura, Indonesia mengusulkan inisiatif dan kolaborasi baru pada bidang ketenagakerjaan. Inisiatif dan kolaborasi ini mencakup dua hal, yakni pengembangan kapasitas dan pelatihan, serta peningkatan kepatuhan hukum ketenagakerjaan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Indah Anggoro Putri, pada acara The 7th Senior Officials Meeting (SOM) of the Indonesia-Singapore of Six Bilateral Economics Working Groups di Singapura, Rabu, 17 Juli 2019.

Putri menjelaskan, dalam bidang pengembangan kapasitas dan pelatihan vokasi, Singapura ingin menjalin kerja sama dengan Kemenaker untuk melatih instruktur Balai Latihan Kerja (BLK). 

"Hal ini sebagai upaya dalam menghadapi digitalisasi dan pekerjaan masa depan. Khususnya dalam pengembangan pelatihan, pemberian pelatihan, dan kurikulum pelatihan,," kata Putri.

Selain itu, bidang pengembangan kapasitas dan pelatihan juga mencakup kerja sama pemagangan bagi generasi muda Indonesia, serta para lulusan BLK ke perusahaan-perusahaan di Singapura. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penguatan kapasitas pejabat publik melalui program beasiswa di National University of Singapore.

"Serta sharing best practices tentang penerapan kebijakan dan inisiatif yang responsif untuk mengatasi perubahan pekerjaan. Termasuk sistem informasi pasar kerja," kata Putri menjelaskan.

Sementara itu, bidang peningkatan kepatuhan hukum ketenagakerjaan akan diwujudkan dengan kerja sama pembuatan dan pengembangan sistem pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) berbasis teknologi. Sistem pengawasan berbasis teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan implementasi K3 di tempat kerja.

"Jadi alat dan metode K3 berbasis teknologi ini untuk memastikan kepatuhan hukum ketenagakerjaan di tempat kerja," katanya.

Dengan adanya inisiatif dan kolaborasi baru tersebut, Putri berharap hubungan kerja sama Indonesia dengan Singapura yang telah lama terjalin terus berkembang, lebih solid, dan saling menguntungkan.

"Kami benar-benar berharap bahwa hubungan yang terbentuk akan bertahan lama dan sejahtera bagi kedua belah pihak dan akan membawa manfaat bersama bagi ekonomi kita," ucapnya.
(ROS)

Baca Juga