LPN Genjot Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Nasional

Gervin Nathaniel Purba    •    21 Agustus 2019 07:35 WIB
LPN Genjot Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Nasional
Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) menyelenggarakan diskusi Peningkatan Produktivitas di Kantor Ditjen Bina Pengembangan Pemerintahan Desa Kemendagri, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2019 (Foto:Dok)

Jakarta: Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) aktif menyelenggarakan Gerakan Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) agar peningkatan produktivitas lebih padu dan berkelanjutan di seluruh komponen masyarakat.

“Kami berharap semua komponen bangsa mengerti, memahami, dan berkomitmen terhadap peningkatan produktivitas, baik di kalangan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” kata Anggota Kelompok Kerja (Pokja) LPN Yunani Roaidah pada dalam diskusi isu Peningkatan Produktivitas, di Kantor Ditjen Bina Pengembangan Pemerintahan Desa Kemendagri, Jakarta Selatan, Selasa 20 Agustus 2019.

Reorganisasi dan restrukturisasi kementerian/lembaga menyebabkan isu peningkatan produktivitas dan daya saing membutuhkan perhatian lebih. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah pusat maupun daerah agar memiliki satuan tugas yang fokus menangani peningkatan produktivitas dan daya saing.

“Untuk mempercepat peningkatan produktivitas dan daya saing, pemerintah pusat dan daerah harus membuat semacam satuan tugas atau gugus tugas GNP2DS, sehingga ada focus area yang dikerjakan,” kata Yunani.

Anggota Tim Pokja LPN lainnya Hanan Rahmadi menambahkan, melalui GNP2DS, LPN bermaksud mengajak seluruh elemen masyarakat yaitu lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga kemasyarakatan untuk bersama-sama melakukan upaya percepatan peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.

“Dalam ranah birokrasi, GNP2DS ini adalah bagaimana birokrasi mempunyai produktivitas yang tinggi. Diharapkan semua kementerian/lembaga itu menunjuk penggerak GPN2DS. Berbagai elemen masyarakat terus didorong untuk terlibat dalam upaya percepatan peningkatan produktivitas dan daya saing nasional,” katanya.
(ROS)

Baca Juga