Menaker Dukung Program Pendidikan Berbasis Digital

Gervin Nathaniel Purba    •    10 Mei 2018 13:33 WIB
Menaker Dukung Program Pendidikan Berbasis Digital
(Foto:Dok.Kemenaker)

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menerima kunjungan Rektor Universitas Nasional (Unas) El Amry Bermawi Putera di kantor pusat Kemenaker Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Didampingi Presiden Direktur PT Cyber Edu Inkor, Rektor Unas melaporkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Hankuk University Of Foreign Studies Korea Jong Youn Cho untuk mendirikan Cyber University di Indonesia.  

Cyber University (Perguruan Tinggi Digital) ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada banyak anak bangsa di manapun mereka berada untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kini semakin canggih.

“Dengan studio siber yang dimiliki Unas bisa dapat membantu pemerintah dalam bidang pelatihan dan pendidikan berbasis degree dan non degree. Studio di Unas ini terbaik se-Asia dan pertama ada di Indonesia,“ kata Amry.

Melalui studio terbaik itu, Unas juga bisa memilih profesor terbaik maupun di dunia serta akuntan untuk bisa mengajar di studio siber Unas.”Kita rekam, edit dengan suara bagus, dan gambar serta background yang indah. Jadi pendidikan di Cyber Universitas massal cepat, terjamin dan bermutu, “ ungkapnya.

Hankuk University Of Foreign Studies Korea itu merupakan universitas nomor satu di Korea dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan. Unas merasa bangga dan berterima kasih atas kerjasama ini mengingat sebelum memutuskan bekerjasama dengan Unas.

“Hankuk University Of Foreign Studies Korea telah menjajaki kerja sama dengan banyak perguruan tinggi negeri dan swasta namun akhirnya pilihan itu jatuh di Unas, “ katanya.

Menaker Hanif menyatakan dukungan bagi Unas dan menyambut positif tawaran program pendidikan melalui perguruan tinggi digital. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk TKI yang ingin bekerja ke Korea dengan belajar bahasa Korea dan mendapat sertifikat.

Hanif mengakui pembelajaran berbasis online atau berbasis teknologi informasi kampus (TIK) memang sudah diterapkan oleh beberapa universitas di Indonesia. “Cyber University merupakan hal yang baru di negara ini. Meskipun mengikuti perkembangan teknologi, metode cyber ini tidak lantas menggantikan pertemuan tatap muka dengan dosen, “ ucap.
(ROS)

Baca Juga