Kemenaker Tingkatkan Jumlah PMI yang Bekerja di Sektor Formal

Gervin Nathaniel Purba    •    11 Mei 2018 15:32 WIB
Kemenaker Tingkatkan Jumlah PMI yang Bekerja di Sektor Formal
Dirjen Binapenta & PKK Kemenaker, Maruli A. Hasoloan (kiri) berbincang dengan Dubes Indonesia untuk Kuwait Tatang Budie Utama Razak. Foto: Dok. Kemenaker

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berkomitmen meningkatkan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di sektor formal di Kuwait.

"Pemerintah akan lebih meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran yang sifatnya formal  sesuai jabatan profesional,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Maruli A. Hasoloan, usai menemui Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tatang Budie Utama Razak, di kantor Kemenaker, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Jenis-jenis pekerjaan formal yang tersedia di Kuwait di antaranya hospitality (jasa pelayanan), perawat, migas, dan konstruksi. Proses penempatan kerja tersebut seiring sejalan dengan peningkatan aspek perlindungan bagi PMI.

"Ke depannya bagaimana penempatan itu dan perlindungannya lebih baik, sehingga mengurangi kasus yang terjadi di negara-negara penempatan,” kata Maruli.

Saat ini, kasus-kasus PMI di Kuwait jumlahnya mengalami penurunan siginifikan. Hal itu tidak terlepas dari semakin baiknya peran shelter yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi PMI di luar negeri.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Tatang sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kuwait. Di sana shelter berperan semakin bagus, kasus sudah berkurang banyak. Ini menjadi contoh bagi negara lain,” tutur Maruli.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tatang menjelaskan, saat ini permintaan pekerja yang sifatnya profesional jumlahnya meningkat dengan pesat. Pihaknya tengah menyiapkan formula perlindungan pekerja yang bagus.

Selain itu, jumlah kasus PMI di Kuwait angkanya terus mengalami penurunan. Kondisi ini membuat negara-negara pemasok pekerja ke Kuwait khususnya yang dari Asia Tenggara menjadikan Indonesia sebagai bahan rujukan untuk belajar.

"Justru Filipina yang selama ini kita anggap sudah memiliki sistem yang bagus, sekarang belajar sama kita, khususnya untuk penempatan pekerja di Kuwait,” tutur Tatang.

Berdasarkan data resmi dari pemerintah Kuwait per 1 Juni 2017, jumlah PMI formal jumlahnya terus melesat. Sementara itu, PMI non formal menurun. Jumlah PMI yang ada di Kuwait sebanyak 5.865 orang, terdiri atas 2.100 orang PMI formal, dan 3.765 PMI non formal.
(ROS)

Baca Juga