Menaker Optimistis Ciptakan 2,8 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2018

Gervin Nathaniel Purba    •    06 Juli 2018 13:07 WIB
Menaker Optimistis Ciptakan 2,8 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2018
Menaker Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri optimistis mampu melampaui target membuka lapangan kerja baru sebanyak dua juta tenaga kerja per tahun. Selama kurun tiga tahun terakhir (2015-2017), pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil membuka 8.004.673 lapangan pekerjaan baru.

Dengan demikian target pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk membuka sebanyak 10 juta lapangan kerja baru secara bertahap dalam lima tahun bakal terpenuhi.

"Pada 2018, kita proyeksikan sekitar 2,8 juta lapangan kerja baru akan tercipta. Saat ini sudah ada 10 juta lebih tenaga kerja yang terserap. Artinya, ada sekitar dua juta lebih tenaga kerja terserap setiap tahunnya," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Juli 2018.

Hanif mengungkapkan selama periode 2014-2017 di bawah Kabinet Kerja telah menyerap 10.658.978 tenaga kerja. Pada 2014, pemerintah berhasil menciptakan 2.654.305 lapangan kerja baru. Kemudian pada 2015, melonjak menjadi 2.886.288, dan 2016 sebanyak 2.448.916 lapangan kerja baru. 

Serapan tenaga kerja kembali meningkat menjadi 2,669.469 tenaga kerja pada 2017. "Kita optimistis penciptaan lapangan kerja tiga tahun terakhir melampaui target yang dijanjikan pemerintahan Jokowi-JK saat kampanye," ujarnya.

Ia menambahkan jumlah angka pengangguran sejak 2015 hingga saat ini juga mengalami penurunan. Selain penyerapan tenaga kerja, Hanif meyakini jumlah angka pengangguran terus mengalami penurunan. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi, serta investasi sehingga membuka kesempatan kerja.

"Data pengangguran trennya terus menurun dari 5,5 persen menjadi 5,13 persen. Ini menunjukkan program pemerintah menuai keberhasilan. Kita akan terus melakukan percepatan pengurangan pengangguran, dan membuka kesempatan kerja," ucap Menaker.
(ROS)

Baca Juga