Kemenaker Fokus Tingkatkan Keterampilan dan Perlindungan PMI di NTT

Gervin Nathaniel Purba    •    10 Oktober 2018 11:16 WIB
Kemenaker Fokus Tingkatkan Keterampilan dan Perlindungan PMI di NTT
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)

Maumere: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memberikan perhatian lebih kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebab, NTT masuk dalam zona darurat human trafficking. Tercatat hingga Maret 2018, terjadi kasus human trafficking yang menelan korban jiwa 23 orang. 

Oleh karena  itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berpesan kepada pemerintah daerah agar lebih fokus pada isu peningkatan kompetensi sumber daya manusia di NTT dan perlindungan pekerja migran. Sebab, peningkatan kompetensi sangat penting agar masyarakat NTT dapat masuk ke dunia kerja maupun berwirausaha.

"Kalau misalnya harus bekerja ke luar negeri, bekerja secara legal, dengan cara yang baik, sehingga terhindar dari berbagai risiko," ujar Menaker, saat mengunjungi Desa Bone, Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti dikutip keterangan tertulis, Rabu, 10 Oktober 2018.

Desa Done merupakan salah satu desa yang masuk dalam program Desa Migran Produktif (Desmigratif) Kemenaker. Mayoritas warga Desa Done bekerja sebagai pekerja migran.

Program Desmigratif bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran sejak dari desa. Program ini sengaja dihadirkan di desa-desa yang kebanyakan warganya bekerja sebagai pekerja migran atau lazim disebut desa kantong TKI.

Program Desmigratif berisi empat pilar utama, yaitu pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, community parenting, dan pembentukan koperasi desmigratif. Sejak dicanangkan pada  2016, sebanyak 252 desa telah diresmikan sebagai Desmigratif.

Lebih lanjut Menaker berpesan agar masyarakat NTT senantiasa memiliki semangat bekerja keras demi meraih kehidupan yang lebih baik.

"Selama punya keyakinan, selama kita semangat, bekerja keras, ulet, tidak menyerah pada keadaan, maka hidup akan berubah," ujar Menaker Hanif.
(ROS)

Baca Juga